Stres Seorang Ibu Bisa Menular Ke Bayinya

Ketika seorang ibu stres tak hanya bisa mengganggu kesehatannya. Stres itu pun bisa menular ke anak sehingga mood anak terpengaruhi. Memang, stres tidak bisa diabaikan begitu saja. Begitu banyak tekanan yang dihadapi para orangtua tanpa sadar memang bisa membuat perilaku yang tak mengenakkan atau energi negatif yang terpancar dan diterima oleh anak. 

stres-seorang-ibuStres seorang ibu bisa menular ke bayinya | Mengurus bayi bagi orangtua adalah pekerjaan yang sangat menyenangkan meskipun sangat tidak mudah. Anda harus ekstra hati-hati mengawasinya. Saat ini terjadi terus menerus ditambah banyaknya faktor luar yang mempengaruhi, bisa saja menimbulkan stres pada diri sang orangtua.

Nah, kondisi stres orangtua ini bisa dirasakan juga oleh si bayi. Bagaimana ceritanya? Sebuah penelitian dilakukan oleh University of California membuktikan hal tersebut. Tim  peneliti melibatkan 69 ibu bersama bayinya yang berusia 1 tahun. Para bayi ditempatkan di playing room, sementara para ibu membuat speech 5 menit dan terlibat sesi tanya jawab.

Seperti disarikan dari Daily Mail, para perempuan tampak santai ketika berpidato namun mulai serius dan terlihat berpikir saat mendengarkan pidato peserta lain. Para ibu ini kemudian bertemu lagi dengan bayi mereka dan denyut jantung ibu dan anak ini diukur. Ternyata, stres orangtua setelah dikumpulkan tadi menular ke anaknya. Denyut si anak juga naik saat dipangku ibunya

Menurut Peneliti Mengenai Stres Pada Ibu Yang Memiliki Bayi

“Penelitian kami menunjukkan ketika dia berada di tangan ibu, bayi langsung merespon keadaan emosi ibu dan segera merasakan emosi negatif di dalam tubuhnya sendiri,” demikian seperti dirilis dalam jurnal Psychological Science. Penelitian ini juga memperkirakan bahwa bayi bisa menangkap dan merasakan stres sang ibu berdasarkan suara, detak jantung bahkan aroma tubuhnya.

Jika orangtua yang sedang menghadapi tekanan mencoba menghadapi dengan tenang, seperti berhitung hingga 10 baru bicara dengan tenang, anak-anak pun akan meniru. Mereka juga belajar dari manajemen stres yang salah, seperti berteriak, gaya hidup tidak sehat, dan menyendiri.

Tularan stres ini sudah bisa terlihat pada bayi yang berumur 2 tahun. Menurut Sandra Weiss, PhD, DNSc, RN, FAAN, salah seorang peneliti mengatakan hasil penelitiannya mempertegas hal ini. Yang lebih bahaya lagi, stres yang terlalu lama dialami oleh anak ini bisa mengakibatkan masalah pada otak anak. Hormon stres yang terus mengisi otak anak akan berdampak pada otak serta menyakiti fungsi otak dalam banyak cara.

* Stres buruk pada anak bisa mengganggu koneksi sirkuit otak dan mengarah kepada kegagalan perkembangan otak kecil.
* Hormon stres tingkat tinggi bisa mengurangi respon imun tubuh, mengarah ke masalah kesehatan kronis.
* Menjaga hormon stres tingkat tinggi bisa memengaruhi area otak yang penting untuk belajar dan menyimpan memori.

Namun, bukan berarti stres apapun yang Anda alami akan berdampak pada bayi. Stres kecil dan menengah cenderung mudah terhilang dan tidak berarti akan merusak otak anak. Tetapi jika berulang-ulang, bisa berefek juga. Orang yang merawat anak harus mengajarkan anak bagaimana menenangkan diri dan menghadapi stres itu. Semakin sedikit stres yang dihadapi anak, makin anak akan merespon pad Anda, makin baik pula nafsu makan, istirahat, dan lainnya.

Terus kunjungi situs https://caramengobatipenyakitkonjungtivitis.wordpress.com/ untuk mengetahui informasi kesehatan lainnya , karena kami akan terus update setiap harinya.

Baca juga : Khasiat Sodium Untuk Tubuh

Stres Seorang Ibu Bisa Menular Ke Bayinya

Iklan

Ditandai:, ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: